Moto GP 2014 Motegi : MM Bukukan rekor baru sirkuit Twin Ring Motegi Jepang di FP3

Diposting pada

fp3Bikershoot.com – Sempat terjengkang di FP1 dan pakai motor cadangan sehingga hanya mampu bertengger di posisi no. 6 di FP2 dengan catatan waktu 1’45.939. MM ngamuk di FP3 sekaligus mematahkan rekor sirkuit atas nama jorge lorenzo musim 2012. MM membukukan waktu 1’44.940 dan menjadikannya yang tercepat di FP3, disusul  Valentino Rossi di posisi no. 2 dengan catatan waktu 1’45.167 atau selisih 0.227 dari torehan waktu yang di cetak MM.Posisi 3 ditempati Pol Espagaro yang Adik kandung Aleix Espargaro dengan torehan waktu 1’45.239, sedangkan Jorge Lorenzo yang tak lagi mempersoalkan kinerja ban pada M1 hanya mampu mencetak 1’45.363 dan harus puas di posisi no. 4 di akhir FP3. Prediksi yang beredar jelang Motegi diperkirakan Marquez menggunakan mesin segar dari lima jatah untuk setahun. Belum terkuak sampai saat ini Repsol Honda Team sudah membuka kotak ke berapa untuk mesin Marquez. Bisa jadi mesin yang dipakai saat ini adalah mesin yang terakhir. MM memang dituntut untuk menang agar selebrasi jurdun 2014 tidak tertunda (lagi).

Bagaikan 2 mata pisau, maju-mundur juga beresiko. jika memang benar untuk balapan kali ini MM menggunakan mesin gresss yang terakhir dari jatah 5 mesin untuk setahun, maka akan ada 2 skenario munurut pandangan BS.

Pertama, jika pada seri motegi ini menang maka MM sudah dipastikan  mengunci gelar juara dunia 2014. MM tinggal melenggang kangkung untuk sisa seri berikutnya. MM nggak akan ambil pusing walau harus membalap dengan mesin bekas. mau finish di posisi berapapun nggak masalah lakwong poinnya sudah nggak terkejar.

Kedua, jika seri ini MM kalah dan finish di belakang DP apalagi sampai DNF maka MM dan Repsol Honda Team bolehlah ambil pusing sikit. apalagi kalau yang juara di seri motegi ini Valentinno Rossi dan DP diluar 3 besar, maka dipastikan posisi DP di klasemen akan tergusur. Logikanya VR46 yang bisa menngejar posisi MM di puncak klasemen. itupun kalau di 3 sisa akhir musim VR46 menang terus dan MM nggak dapat poin sama sekali. Selain dari pada itu tentunya MM punya beban tersendiri, karena disisa akhir musim harus membalap dengan mesin bekas yang bisa jadi nggak mungkin digeber sampai limit. Lha wong kompresinya sudah turun, suku cadang lain ukuran  presisinya berkurang, atau mungkin malah ada yang sudah oblak. (IMHO)

Monggo dikunyah-kunyah dulu sambil nunggu Qualifikasi, yang beberapa jam lagi akan digelar….. 🙂

Tinggalkan Balasan