Insiden Dengan Lorenzo di FP4 Qatar, Rossi Ungkit Qualifikasi Misano 2015




Rossi vs Lorenzo

Insiden yang melibatkan abang Rossi dengan om Lorenzo saat FP4 atau latihan bebas 4 di losail Qatar meninggalkan tanda tanya besar buat Rossi. Pasalnya kejadian ini sama dengan yang dialami saat Qualifikasi Misano musim 2015 lalu, namun dengan posisi yang berbeda. Kala itu rossi dianggap menghalangi laju Lorenzo yang sedang On fire betot gass,. Alhasil selain dapet murkanya lorenzo yang baper, dapet juga tuh hadiah 1 poin pinalti dari race direction.

Sedangkan saat insiden di FP4 kemarin yang mana Rossi merasa dirugikan, Mike Webb selaku race direction diem aja tuh ogah kasih poin pinalti. Itu yang bilang Rossi bro-sist saat ngedumel selepas insiden tersebut.

“The problem is that this situation happened exactly the same in Misano qualifying, where I did the same mistake. He was very angry with me after and in the end they gave me one [penalty] point. But they don’t give to him one point.

“I don’t go to Race Direction to say ‘one point’, but I saw [race director] Mike Webb here [in the paddock] so I said, ‘why one point to me and not to him!’ I don’t know why, but it is not a big problem.”

Kalau diartikan dengan bahasa dimari jadinya gini,.

 ” Masalahnya adalah bahwa situasi ini terjadi persis sama di Kualifikasi Misano, di mana aku melakukan kesalahan yang sama . Dia sangat marah dengan saya setelahnya dan pada akhirnya mereka (race direction)  memberi saya satu poin pinalti . Tapi mereka tidak memberikan kepadanya satu poin pinalti ”

“Aku tidak pergi ke Race Direction mengatakan ‘ satu poin ‘ , tapi aku melihat [ direktur perlombaan ] Mike Webb di sini [ di paddock ] jadi aku berkata , ‘ mengapa satu poin ke saya dan tidak padanya (lorenzo) ! ‘ Aku tidak tahu mengapa , tapi itu bukan masalah besar”

Rossi  sih menganggap insiden dengan lorenzo bukan masalah besar,  namun yang bikin berang rossi itu lorenzo ogah minta maaf malah melototin dari balik kaca helm.

“The problem is that I say ‘why?’ and I expect ‘sorry’, but he [look] to me like ‘what you f**king want?’

“Masalahnya adalah bahwa saya mengatakan ‘ mengapa ? ‘ dan saya berharap ‘ maaf ‘ , tapi dia [ lihat ] saya seperti ‘ apa yang kamu inginkan?”

Advertisements

Leave a Reply