Advertisements

Jadi Pelopor, Yamaha Sematkan Assist & Slipper Clutch Pada R15 Facelift 2017

image

WARUNGBIKER.COM – Bro-sist sekalian, masih terbatas untuk kalangan internal Yamaha, pembalap Movistar Yamaha MotoGP yakni Valentino Rossi dan Maveric Vinales secara resmi merilis Yamaha R15 Facelift 2017 bersamaan dengan acara meeting tahunan yang dihadiri seluruh pemilik jaringan penjualan Yamaha se-indonesia di ciputra artpreuner theater.

Dalam acara tersebut Yamaha menampilkan R15 facelift 2017 berkelir biru yang sebelumnya gambar sudah meluncur bebas di internet serta warna hitam dengan desain tottaly new.

Selain desain yang tottaly new, Yamaha R15 Facelift 2017 juga dibekali fitur andalan yakni Shock USD, Lampu depan dan Belakang LED, Full digital speedometer, stang underyoke dan berbagai fitur andalan lainnya yang sebelumnya tidak disematkan pada R15 versi terdahulu.

Menariknya, selain berbagai ubahan diatas ternyata Yamaha R15 facelift 2017 sudah dibekali dengan assist & Slipper Clutch. Hal ini terungkap setelah Valentino Rossi buka suara dalam video singkat  tentang teknologi kopling terbaru tersebut.

Dengan disematkan teknologi ini, Yamaha R15 Facelift 2017 telah menjadi pelopor di kelas 150cc, mengingat fitur assist & slipper clutch umumnya dipasang pada motor sport dengan kubikasi diatas 200cc, contoh terdekat yang sudah memakai fitur ini adalah Kawasaki Ninja 250 FI.

Lalu apakah yang dimaksud dengan Assist & Slipper Clutch tersebut?? Monggo silahkan dibaca lebih lanjut mengenai teknologi yang diklaim  membuat motor semakin berakslerasi dan lebih bertenaga ini.

image

Mengutip dari laman blog aripitstop.com, berikut sedikit penjabaran tentang assist & slipper clutch pada Yamaha R15 Facelift 2017 tersebut.

Assist & Slipper Clutch  mempunyai dua cam, assist cam dan slipper cam). Keduanya menggerakan clutch hub dan mengoperasikan plat kopling bersamaan, atau terpisah. Assist cam berfungsi sebagai mekanisme self-servo, yaitu menarik clutch hub llau mengoperasikan plat secara bersamaan untuk menekan plat kopling. Ini membuat beban per kopling berkurang. Kita semakin merasa ringan saat menekan tuas kopling.

Dan kebalikannya, saat pengendara melakukan engine brake dengan menurunkan gigi ke posisi lebih rendah, slipper cam gantian bekerja. Komponen ini memaksa clutch hub dan plat terpisah, yang membuat tekanan pada plat kopling berkurang. Dan pada akhirnya pada saat kita melakukan down shift (penurunan gigi) secara cepat, maka gejala torsi berlebihan pada kopling (disebut juga back torque) yang menyebabkan ban belakang mengalami skid (mengunci) dan hilang traksi tak akan muncul.

Advertisements
One Comment

Leave a Reply