Maxi Yamaha Journey, Sukses Jelajah 5 Kota Ex-Karesidenan Madiun

img-20180625-wa00491923278317.jpg

Mas bro, event touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” yang di gagas oleh DDS Yamaha Mandiri sukses di gelar pada tanggal 23-24 Juni 2018 Lalu. Admin yang turut serta dalam kegiatan touring tersebut telah merasakan keseruan dan pengalaman yang luar biasa bersama pengguna Maxi Yamaha.

Touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” bertolak dari Aloon-aloom madiun sebagai titik awal. Setidaknya ada 30 unit motor keluarga Maxi Yamaha yang terdiri dari Yamaha LEXI 125VVA, Yamaha Aerox, Yamaha Nmax dan Yamaha Xmax turut serta dalam kegiatan tersebut.

img-20180625-wa00258419943.jpg

Destinasi pertama yang di kunjungi adalah Wisata Monumen Kresek Madiun terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Monumen Kresek adalah monumen bersejarah sekaligus sebagai saksi atas Peristiwa Keganasan PKI di Madiun pada masa lalu.

Lokasi peninggalan sejarah dengan luas 2 hektar ini, terdiri dari monumen dan relief peninggalan sejarah tentang keganasan PKI pada tahun 1948 di Madiun. Monumen ini diresmikan pada tanggal 10 Juni 1991 oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Soelarso.

Didekat monumen ini juga terdapat prasasti batu yang mengukir nama nama prajurit TNI dan pamong desa yang gugur dalam pertempuran melawan PKI di desa kresek maupun karena dibantai oleh PKI. Kolonel Inf Marhadi adalah prajurit TNI berpangkat tertinggi yang gugur dalam pertempuran desa Kresek, namanya lalu diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Madiun dan didirikan pula patungnya di alun alun kota Madiun sebagai bentuk penghormatan

Dikawasan Wisata Monumen Kresek, para peserta Touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” di beri waktu 45 menit untuk mengexplorasi lokasi dan foto bersama untuk di unggah di media sosial masing-masing peserta.

Selepas dari Wisata Monumen Kresek, kegiatan Touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” berlanjut ke destinasi wisata selanjutnya yakni Benteng Pendem Van Den Bosch yang terletak di kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Benteng ini merupakan peninggalan pada masa kolonial Belanda yang di bangun pada tahun 1839-1845. Dulunya benteng benteng tersebut di bangun pada masa pemerintahan gubernur jendral Font Van Den Bosch. Benteng ini terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tempat ini ikut menjadi catatan sejarah berdirinya Bangsa Indonesia. Luas benteng tersebut kira-kira mencapai 1 hektar.

Di dalam benteng tersebut terdapat salah satu bukti sejarah perjuangan bangsa kita, yakni terdapat makam salah satu anak buah diponegoro di dalam kantor utama dalam Benteng Pendem Van Den Bosch, Ngawi,.yang bernama KH. Muhammad Nursalim. KH. Muhammad Nursalim adalah tokoh pejuang yang ditangkap belanda dan di bawa ke Benteng tersebut, karena kesaktiannya beliau tidak mempan ditembak hingga akhirnya oleh tentara belanda dikubur hidup-hidup didalam benteng tersebut. Beliau juga di yakini sebagai penyebar agama islam pertama kali di wilayah ngawi.

Setelah Indonesia merdeka benteng ini digunakan sebagai markas Yon Armed yang berkedudukan di Rampal, Malang. Dulunya benteng ini sebagai kawasan terlarang karena sebagai gudang amunisi. Namun setelah Yon Armed pindah di jalan Jurbong, Ngawi, kini kawasan dibuka untuk umum. Benteng Pendem ini di keliling oleh tanah yangg tinggi hingga benteng nyaris tak terlihat. Serta terdapat sungai yang mengelilingi benteng.

Karena terbuka untuk umum, peserta Touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” bisa langsung masuk ke area benteng sekaligus dengan sepeda motornya. Selian napak tilas bukti sejarah, di benteng pendem kami melakukan foto bersama sebagai bukti bahwa peserta Touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” sudah singgah di Benteng Pendem Van Den Bosch.

Selepas dari Benteng Pendem Van Den Bosch, para peserta Touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” mampir di Warung Dipo yang terletak di Jl. Diponegoro 23 , Ngawi untuk bersantap siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Magetan dan berakhir di pantai Teleng Ria Pacitan untuk istirahat dan menginap.

img-20180625-wa002017012941.jpg

Nah, yang paling asyik dari Touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” kemarin adalah saat melalui jalan berkelok-kelok di pacitan. Yamaha LEXI S 125VVA yang admin tunggangi begitu apik memainkan perannya. Torsi serta power yang di miliki sangat cukup untuk diajak naik-turun jalanan pacitan. Terlebih, handling Yamaha LEXI S 125VVA begitu nurut untuk diajak bermanuver. Poin plusnya, suspensi subtank Yamaha LEXI S 125VVA cukup empuk sehingga gejala pinggang sakit tidak begitu terasa meski sudah menempuh jarak ratusan kilometer.

Sebagai gambaran, mas bro bisa simak beberapa jepretan foto berikut ini bagaimana keseruan Touring wisata “Maxi Yamaha Journey Tour de Madiun – Kediri” 23-24/06/18 kemarin. (bersambung).

 

Iklan

One thought on “Maxi Yamaha Journey, Sukses Jelajah 5 Kota Ex-Karesidenan Madiun”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s