Wajib Tahu! Ini Penyebab Radiator Bocor

Diposting pada

 

Warungbiker.com – Sistem pendinginan dalam mesin kendaraan, baik itu untuk mesin roda dua maupun roda empat punya peran penting dalam menunjang performa mesin. Sistem  ini berfungsi mengjaga suhu kerja mesin agar tetap ideal.

Dalam industri kendaraan saat ini, terdapat 2 sistem pendingin yang dipakai, yakni sistem pendigin udara  dan sistem pendingin dengan liquid (cairan).

Sistem pendingin udara kebanyakan dipakai untuk kendaraan roda 2 dengan kubikasi kecil. Namun ada juga beberapa tipe kendaraan roda 2 yang mana mesin sudah memakai sistem pendingin liquid (cairan).  Sedangkan untuk roda 4, hampir seluruh mesin menggunakan sistem pendingin cairan (liquid).

Sistem pedingin cairan mempunyai beberapa komponen utama sbb :

  • Radiator, berfungsi untuk melepaskan panas.
  • Saluran berupa pipa (tube) atau selang karet (hose).
  • Pompa, berfungsi untuk sirkulasi air dalam sistem.
  • Thermostat, berfungsi untuk menutup atau membuka jalur sirkulasi.
  • Kipas, berfungsi untuk membantu pelepasan panas pada radiator.

Jika salah satu komponen diatas tidak bekerja sebagaimana mestinya maka sistem pendingin mesin tersebut tidak dapat bekerja secara optimal, efek buruknya tentu mesin akan mengalami overheat.

Penyakit lainnya yang umum terjadi pada sistem pendingin liquid (cairan) adalah adanya kebocoran cairan pendingin. Dalam kehidupan sehari-hari, masalah ini lebih umum disebut dengan radiator bocor.

Karena air radiator punya peran penting dalam sistem pendinginan ini, maka sebagai pemilik kendaraan harus lebih aware untuk selalu memeriksa kebocoran air radiator agar mesin kendaraan selalu prima.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan radiator mobil mengalami kebocoran yaitu:

  1. Umur Radiator

Setiap komponen memang memiliki usia pemakaiannya masing-masing, termasuk radiator. Umumnya untuk radiator cukup lama usianya. Kalau dirawat dengan baik bisa sampai 10 tahun. Namun, tidak sedikit juga yang menginjak usia 5 tahun mulai bermasalah. Kalau radiator sudah mengalami keretakan atau kebocoran, segeralah menggantinya.

  1. Saluran Radiator Terhambat

Kalau Anda menggunakan air biasa dan tak rajin memperhatikan kondisi air radiator, lama kelamaan akan muncul kotoran yang bisa menghalangi jalur distribusi air radiator. Ketika sudah terhambat, panas dari mesin tidak dapat disalurkan ke elemen pelepas panas radiator. Sebaiknya dicek kondisinya tiap 30.000 km atau 40.000 km, supaya radiator tetap dalam kondisi prima dan maksimal kinerjanya.

  1. Terkena Benda Asing

Supaya radiator bisa menangkap udara segar, komponen ini diposisikan di depan mesin dengan kisi-kisi atau grill yang terbuka. Tetapi, hal tersebut membuat radiator berisiko terkena batuan kerikil atau hewan-hewan yang terbang. Saat radiator bertabrakan dengan benda-benda tersebut, bukan tak mungkin kisi-kisi atau dinding radiator rusak dan akhirnya muncul kebocoran.

  1. Komponen Karet & Plastik yang Getas

Fungsi dan letak radiator yang selalu berdekatan dengan panas mesin membuat komponen pendukung lainnya juga bisa mengalami kegetasan, seperti selang radiator yang terbuat dari karet, serta tabung reservoir yang terbuat dari plastik. Tabung plastik yang terkena panas terus menerus bisa memicu keretakan dan akhirnya menyebabkan kebocoran pada sistem radiator.

Itulah beberapa komponen yang perlu diperhatikan agar kebocoran radiator tidak terjadi. Karena sistem pendingin ini punya fungsi vital dalam mesin kendaraan, ada baiknya kita sebagai pemilik untuk selalu melakukan service berkala agar kinerja kendaraan tetap optimal. Terimakasih, semoga berguna (mt)

14 komentar.

Tinggalkan Balasan ke Elang Jalanan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *