Kenali Kondisi Mesin Dari Warna Busi

Kenali Kondisi Mesin Dari Warna Busi

Diposting pada

warungbiker.com – bro sekalian, pernah dong kalian ganti busi sepeda motor kesayangan? Kalau sudah pernah ganti busi, pasti tahu bagaimana kondisi mesin cukup dengan melihat warna busi sepeda motor.  

Busi pada mesin punya fungsi vital loh, komponen ini berguna untuk membakar campuran bahan bakar dan udara didalam ruang bakar dengan mengkonversi listri tegangan tinggi dari koil menjadi bunga api.

Busi yang beredar di pasaran saat ini memiliki beragam jenis sesuai kebutuhan, diantaranya busi nickel, busi resistor, busi platinum, busi iridium dan busi racing.

Ragam busi tersebut memiliki perbedaan material ujung tip electrode yang menjadikan setiap busi memiliki performa yang berbeda.

Karena punya fungsi vital, busi punya masa pakai loh, kinerja busi lambat laun akan berkurang sesuai dengan masa pakai mesin.

Umumnya, tiap pabrikan merekomendasikan busi diganti setiap kendaraan/motor mencapai jarak tempuh 8000 km.

Di sisi lain, komponen ini juga bisa dijadikan indikator untuk mengetahui  kondisi pembakaran mesin melalui warna elektrodanya di bagian kepala busi.

1. Abu-abu atau Merah Bata

Warna abu-abu atau merah bata pada ujung besi atau insulator mengindikasikan bahwa kondisi busi dalam keadaan baik dan normal. Pada kondisi ini, proses pembakaran di ruang mesin pun dalam keadaan optimal dan efisien.

2. Hitam dan Kotor

Elektroda busi berwarna hitam mengindikasikan adanya ketidak seimbangan campuran bahan bakar dan udara.

Kotoran atau lapisan karbon sisa pembakaran yang menempel dapat membuat mesin jadi sulit dihidupkan, putaran mesin tidak stabil, dan konsumsi bensin menjadi lebih boros.

Jika busi dalam kondisi kotor, maka harus segera dilakukan pembersihan busi dan pengecekan kondisi mesin.

3. Putih Pucat

Kondisi ini menunjukkan bahwa busi dalam keadaan terlalu panas. Jika tidak segera ditangani, maka komponen mesin di ruang bakar akan lebih cepat rusak, bahan bakar menjadi lebih boros, dan akselerasi motor menurun.

Untuk menghindari kondisi ini, pastikan spesifikasi busi sesuai rekomendasi buku pedoman pemilik dan lakukan penggantian tipe busi dengan spesifikasi yang sesuai.

4. Aus

Busi dapat menjadi aus jika pengapian terlalu cepat dan kurangnya waktu pendinginan, yang akan berdampak pada penurunan akselerasi dan power sepeda motor.

Pastikan jenis bahan bakar yang digunakan telah sesuai dengan buku pedoman pemilik sepeda motor Honda agar busi terhindar dari kondisi aus, dan lakukan penggantian busi baru jika diperlukan.

5. Hitam dan Berlumur Oli

Ujung busi berwarna hitam dan belumur oli, bisa jadi indikasi bahwa ada kebocoran ring piston sehingga oli mesin yang masuk ke ruang bakar.

Kondisi ini dapat membuat pembakaran campuran udara dan bahan bakar tidak sempurna sehingga asap knalpot menjadi lebih tebal.

Tentu saja hal itu akan meningkatkan pencemaran udara dan mengganggu pengendara lain di sekitar.

Jika kondisi ini terjadi, segera periksa tekanan kompresi dan kondisi busi.

Karena setiap komponen motor harus diperhatikan dengan baik, khusus untuk sepeda motor Honda, maka lakukanlah pemeriksaan dan perawatan secara rutin di bengkel AHASS terdekat supaya setiap kondisi sepeda motor dapat teratasi dengan baik oleh ahlinya.

2 komentar.

Tinggalkan Balasan